Faniza mengaku proses penyusunan esai tidak berjalan mudah. Ia harus melewati banyak revisi bersama guru pembimbing untuk menyempurnakan isi dan struktur penulisan karya ilmiahnya.

“Banyak tantangan selama proses pengerjaan esai, mulai dari revisi dari guru pembimbing sampai kondisi kesehatan yang sempat membuat pengerjaan terhambat,” ujarnya.

Meski demikian, Faniza tetap berusaha menyelesaikan esainya sebelum batas akhir pengumpulan. Kerja kerasnya membuahkan hasil setelah dirinya diumumkan masuk dalam lima besar finalis lomba.

Tidak berhenti sampai di situ, Faniza juga mempersiapkan presentasi secara maksimal untuk menampilkan hasil karyanya di hadapan dewan juri.

Baca Juga: BPR Bahteramas Kendari Tebar Kepedulian, Tukang Parkir hingga Warga Jalanan Kebagian Daging Kurban