"Jadi saya kira kalau dia punya potensi konflik of interest, itu perlu ada monitoring lebih ketat dibandingkan dengan yang lain," jelas Edi.
Menurutnya, banyak pejabat yang mengejar gelar akademik bukan demi pengembangan keilmuan, melainkan untuk meningkatkan citra mereka di mata publik.
Sanksi untuk Promotor dan Ko-Promotor
Sidang etik yang dilakukan Dewan Guru Besar UI tidak hanya merekomendasikan pembatalan disertasi Bahlil, tetapi juga memberikan sanksi kepada para akademisi yang terlibat dalam pembimbingan disertasi tersebut.
Ketua sidang promosi doktor Bahlil adalah Ketut Surajaya, dengan Chandra Wijaya sebagai promotor, serta Teguh Dartanto dan Athor Subroto sebagai ko-promotor.
