“Kami merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan untuk menjaga kecukupan gizi, dan evaluasi akan terus dilakukan dalam tahap pelaksanaan,” ujar Amich.

Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan, tetapi juga memastikan bahwa setiap makanan yang disajikan memiliki kandungan gizi yang optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan siswa.

Amich juga menambahkan bahwa dalam menjaga kecukupan gizi setiap menu yang disajikan, pemerintah belum bisa mengungkapkan secara pasti anggaran per anak.

Namun, ia memastikan bahwa makanan bergizi tersebut akan mengutamakan penggunaan pangan lokal. Selain itu, proses masak, pengemasan, logistik, hingga makanan tersaji di meja makan siswa akan dijaga kebersihannya.

“Makanan yang disajikan harus aman dan layak konsumsi,” tegasnya.