Anreguru memiliki karamak dan barakkak lalu kemudian memberi karamak dan barakkak itu kepada anakguru, baik berupa benda ataupun wejangan dan nasehat kepada anakguru. Pemberian tersebut dipandang barakkak.
Pola hubungan anreguru dan anakguru menjadi kokoh sepanjang masa karena meniti di atas sistem kepercayaan yang sudah mengakar dalam tradisi tarekat berdasarkan etika dan sistem kepercayaan sufistik.
Kelebihan anreguru dilihat dari segi kemampuan ekonomi, tidak ada yang menonjol kecuali kejujuran dan kepercayaan penganutnya. Penganut tarekat telah menyerahkan dirinya kepada khalifah (anreguru) sejak ia mengucapkan baiat, bahkan khalifah dipandang pemimpin simbolis dan menjadi pusat perhatian untuk diteladani (patron) oleh para pengikutnya (clientt). (Hamid 1994).
Pada masyarakat Katholik telah diteliti oleh Foster (1961). Dalam agama ini dikenal adanya santo-santo pelindung, baik itu individual ataupun yang komunal.
Oleh karena itu ia membedakan dua macam hubungan patron client, yaitu sebagai relasi antar manusia dan relasi antara manusia dengan seorang tokoh spritual, dalam hal ini para santo yang disebut juga patron.
