"Mulai jam 6 pagi sudah keluar ngamen di perapatan-perapatan jalan Kota Kendari, pulang jam 1 malam," ungkap Slamet.

Baca Juga: Niat Ikhlas Peduli Kemanusian, Telisik Care Galang Donasi untuk Bayi Zahida di Konsel

Dengan pendapatan sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 80 ribu perhari dari hasil mengamen, perlahan ia kumpulkan untuk  menafkahi dan membiayai pengobatan Nenek Amalia yang berusia lanjut.

Rasa cemburu yang dalam terpotret jelas di pelupuk mata Slamat ketika melihat teman-teman sebaya menikmati masa menuntut ilmu yang hikmat.

Piluh tatapan Slamet menjadi sorotan tajam yang diabaikan oleh sekitarnya, di mana ratusan orang kaya dini hari sibuk memanjakan diri dengan healing dan relaksasi di tempat- tempat bintang lima. (A)