Melihat banyaknya siswa yang mengalami keluhan, pihak sekolah mengambil langkah untuk menolak sementara distribusi MBG sembari memastikan siswa yang sakit memperoleh penanganan medis.

“Untuk sementara, MBG hari ini saya selaku kepala sekolah menolak dulu. Kejadian ini juga sudah dilaporkan kepada pemerintah kecamatan. Camat langsung menuju lokasi karena ada anggotanya yang turut dirawat,” katanya.

La Li menyebut makanan yang dibagikan kepada siswa berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Punggaluku.

Sementara itu, Puskesmas Motaha menjadi tempat penanganan para siswa yang mengalami gangguan kesehatan. Keterbatasan ruangan dan tempat tidur membuat sebagian pasien harus mendapatkan perawatan di atas alas karpet yang dibentangkan di lantai.

Petugas medis terlihat menangani para siswa, termasuk memasang infus dan memberikan bantuan oksigen kepada pasien yang membutuhkan. Sejumlah siswa menangis karena sakit perut, sedangkan orang tua mereka menunggu dengan cemas di sekitar tempat perawatan.