“Konsep kegiatan dibuat lebih menarik dengan menyesuaikan kreativitas generasi muda. Siswa menampilkan fashion show Islami, teatrikal, tari dan lagu religi dalam rangkaian peringatan tersebut,” ujar Nur Aida.

Keterlibatan siswa dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan rasa percaya diri mereka.

Persiapan hingga pelaksanaan kegiatan juga dikaitkan dengan pembelajaran berbasis proyek. Para siswa diberikan kesempatan untuk terlibat dalam berbagai tahapan kegiatan sehingga mereka belajar bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing.

Melalui proses tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengalaman dalam mengelola kegiatan, tetapi juga belajar mengenai kemandirian, kerja sama, gotong royong, kreativitas serta kemampuan berpikir dan menyelesaikan masalah.

“Jadi anak-anak tidak hanya hadir sebagai peserta. Mereka ikut mengambil peran dalam menyukseskan kegiatan. Dari situ ada proses belajar dan pembentukan karakter,” jelasnya.