La Resi menambahkan, workshop Tefa yang berlangsung selama enam hari sejak Senin hingga Sabtu melibatkan 60 guru dan staf SMK Negeri 7 Kendari.  

Kegiatan ini diisi oleh Balai KPTK Gowa serta PPS Kendari sebagai representasi industri. Tidak hanya TEFA, sekolah juga melakukan sinkronisasi kurikulum dan pembekalan penguatan mindset guru.

La Resi berharap, implementasi teaching factory ke depan benar-benar hadir secara nyata dalam aktivitas kelas.

“Selama ini Tefa berjalan tapi belum maksimal. Kami ingin setiap hari ada produk yang dihasilkan siswa sebagai bukti pembelajaran berbasis industri,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala PPS Kendari, Asep Saepulloh, menegaskan komitmen pihaknya untuk membangun hubungan yang lebih kuat dengan dunia pendidikan, khususnya SMK Negeri 7 Kendari yang dinilai memiliki jurusan relevan dengan tugas pokok PPS.