"Yang paling penting dipahami orang tua adalah pencegahan sejak dini. Ketika anak mulai berubah, misalnya lebih pendiam atau perilakunya berbeda dari biasanya, itu harus menjadi perhatian. Jangan sampai orang tua tidak mengetahui dengan siapa anak bergaul di luar sekolah," ujarnya, Sabtu (18/7/2026).

Junisba menjelaskan, sekolah dan orang tua harus saling berbagi informasi apabila menemukan perubahan perilaku siswa. Kolaborasi akan memudahkan langkah penanganan sebelum persoalan berkembang lebih jauh.

Di lingkungan sekolah, pemantauan dilakukan melalui guru mata pelajaran, wali kelas, hingga guru Bimbingan Konseling (BK). Jika ditemukan indikasi tertentu, sekolah akan berkoordinasi dengan orang tua untuk mengetahui aktivitas siswa di luar jam pelajaran.

Koordinator BK SMKN 1 Kendari, Rudianto, mengatakan proses pendampingan dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memantau kedisiplinan dan kehadiran siswa.

"Kalau ada siswa yang sering terlambat atau menunjukkan perubahan perilaku, kami lakukan konseling. Setelah itu kami panggil orang tuanya untuk mencari tahu kebiasaan anak di rumah maupun di luar sekolah," katanya.