Baca Juga: IAIN Kendari Resmi Buka Jalur SPAN-PTKIN 2026, Ini Jadwal dan Kuotanya

Dana partisipasi yang telah terkumpul sebelumnya, menurut Herman, dikembalikan kepada orang tua siswa sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen sekolah terhadap prinsip tata kelola yang baik.

Dengan ditiadakannya iuran, sejumlah kegiatan kesiswaan di SMKN 4 Kendari tetap dilaksanakan, meski dengan penyesuaian intensitas.  

Pembinaan siswa yang sebelumnya bisa dilakukan hingga satu bulan kini harus dipersingkat menjadi beberapa hari guna menyesuaikan dengan keterbatasan anggaran BOS.

Untuk kegiatan keagamaan, sekolah mengoptimalkan peran guru agama internal. Penceramah dari luar hanya akan dihadirkan secara terbatas dan dibiayai melalui mekanisme BOS sebagai guru tamu.