Langkah efisiensi juga diterapkan pada kegiatan praktik siswa, termasuk pembinaan lomba keterampilan dan kegiatan akademik lainnya.

“Semua kegiatan tetap berjalan, tetapi tentu tidak seoptimal sebelumnya. Ini adalah konsekuensi dari keterbatasan dana BOS yang pada dasarnya hanya untuk pelayanan standar minimal,” ujar Herman.

Pihak SMKN 4 Kendari menegaskan bahwa pengelolaan SMK memiliki karakteristik berbeda dengan SMA.  

Pendidikan kejuruan menuntut kegiatan praktik yang intensif, penggunaan bahan habis pakai, serta pelaksanaan program khusus seperti praktik kerja lapangan (PKL) selama enam bulan dan uji kompetensi kejuruan (UKK).

“UKK hanya ada di SMK, membutuhkan instruktur dari luar dan bahan praktik yang tidak sedikit. Begitu juga PKL yang berlangsung hingga enam bulan. Ini yang membedakan kebutuhan pembiayaan SMK dengan SMA,” jelas Herman.