Terbukti, jumlah siswa kini berkurang sekitar 200 orang dari tahun sebelumnya demi memastikan proses belajar mengajar berjalan efektif dan tidak saling tumpang tindih dalam penggunaan ruang kelas.
“Jumlah siswa saat ini sekitar 1.176, berkurang sekitar tiga hingga empat kelas dari tahun 2020,” tambahnya.
Melihat peran penting SMK sebagai penyedia tenaga kerja siap pakai, SMK Negeri 4 Kendari berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah, khususnya dalam penguatan fasilitas penunjang praktik siswa.
Baca Juga: Daftar Puluhan Sekolah Kedinasan Tanpa Nilai UTBK 2025, Langsung Kuliah Gratis dan Lulus Auto PNS
“SMK berbeda dari SMA. Kami mempersiapkan siswa agar langsung bisa bekerja, melanjutkan pendidikan, atau bahkan berwirausaha. Harapan kami, lulusan SMK 4 bisa terserap dunia kerja dengan baik dan fasilitas sekolah bisa terus ditingkatkan,” tegasnya.
