Politisi PDIP itu bersyukur dengan adanya dua kapal cepat yang beroperasi dengan rute Raha-Kendari (PP). Masyarakat punya pilihan ketika akan melakukan perjalanan. Namun, yang dibutuhkan saat ini adalah tidak bagaimana kedua kapal itu bersaing secara sehat.

"Yang harus diutamakan adalah keselamatan penumpang," timpalnya.

Persoalan izin rute dan kantor cabang Ekspres Bahari 6 E, Iskandar menekankan pada Syahbandar untuk mendesak pihak manajemen. Karena jangan sampai, pihak manajemen PT Dharma Indah tidak serius menetapkan kapalnya dengan rute Raha-Kendari.

"Syahbandar harus tegas, jangan sampai nantinya kapal Puteri Anggraeni tarik diri, lantas kapal Ekspres Bahari 6 E menutup rute Raha-Kendari," terangnya.

Sementara itu, pihak manajemen kapal Ekspres Bahari 6 E tidak ada yang bisa dikonfirmasi. Di Muna, hanya ada petugas loket tiket yang tidak bisa memberikan keterangan. (A)