KOLAKA UTARA, TELISIK.ID - Pembangunan tambat labu untuk nelayan di Desa Lametuna, Kecamatan Kodeoha, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) pasca penutupan muara sungai Lametuna oleh pihak kontraktor pembangunan Bandara Kolut, kembali disorot nelayan.
Tambat labu yang dibuat Pemkab bersama pihak kontraktor sebagai kompensasi atas penutupan muara sungai Lametuna, dinilai tidak sesuai dengan hasil kesepakatan saat pertemuan dengan pihak Pemkab, kontraktor dan perwakilan nelayan beberapa waktu lalu.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Lametuna, Hasmil mengungkapkan, pekerjaan tambat labu disesuaikan dengan uang yang diberikan oleh Sekda untuk biaya truk.
"Saya sesuaikan saja uang yang diberikan oleh pak sekda dan uang pribadi beliau," katanya, Minggu (4/12/2021).
Meski demikian, ia berjanji akan kembali menemui sekda untuk meminta petunjuk.
