"Kemungkinan besar, pada saat remaja, sudah mulai tumbuh hawa nafsunya, sudah mengalami mimpi basah yang pertama, kalau untuk laki-laki, dia akan memiliki kecenderungan untuk tertarik dengan sesama jenisnya, dan itu ada penelitiannya, besar kemungkinan akan mengalami hal tersebut, jika tidak didampingi dengan baik selama proses trauma," jelasnya.
Sementara itu, saat ditanya mengenai apa yang menyebabkan pelaku (R) melakukan tindakan pelecehan dengan statusnya sebagai seorang guru dan sudah memiliki istri, Astri Yunita mengatakan, pelaku diduga mengalami orientasi penyimpangan seksual.
"Itu tidak menutup kemungkinan, mereka yang homo dan gay, baginya menikah itu untuk status sosial, tapi tetap orientasi seksual tertinggi mereka itu sesama jenis," jawabnya.
Menurutnya, ada beberapa sebab yang memungkinkan tindakan ini terjadi, diantaranya karena adanya relasi kuasa. Relasi kuasa sebagai seorang guru, memungkinkan dia untuk melakukan tindakan apapun pada murid karena ia merasa akan dituruti.
"Selain itu dengan ada imbalan, pemberian hadiah, yang membuat anak merasa tidak apa jika disuruh memegang alat vital gurunya, karena setelah itu akan ada imbalannya. Nah relasi itu yang terbentuk makanya orang itu berani untuk melakukan pada anak-anak," jelasnya.
