Ia juga menjelaskan, tingkat traumatik korban tergantung bagaimana pelecahan seksual yang dilakukan, jika disertai kekerasan fisik atau ancaman, itu juga traumanya bisa double, karena ada kekerasan fisik dan verbal juga.
Untuk mengatasi dampak traumatik pada korban, menurutnya, tindakan yang harus dilakukan tidak hanya pada korban, tapi juga dengan keluarga korban dan harus dilakukan dalam jangka panjang.
"Kalau psikolog setiap melakukan pendampingan anak korban pelecehan dan kekerasan seksual, harus juga dengan keluarga, diberikan psikoedukasi tentang dampak pelecehan seksual pada saat anak tumbuh dewasa/remaja," ujarnya.
"Setelah itu kita berikan informasi apa yang harus dilakukan supaya dampak negatifnya tidak terjadi," tambahnya.
Citra Marhan, Kepala Jurusan Psikologi Universitas Halu Oleo mengatakan, dampak dari pelecehan dan kekerasan seksual akan menyebabkan warisan traumatik melalui korban. Istilah tersebut dikenal sebagai Generational Trauma.
