Pasalnya, sebelum peristiwa itu terjadi, dirinya sempat mendapat pesan singkat (SMS) dari seseorang yang diduga kuat pelaku.

Baca juga: Tak Senang Melihat Bermain dengan Cucunya, Ipar Pun Dianiaya

"Jadi dalam SMS itu dia katakan, bung ingat, jangan banyak komunikasi. Kamu masih dalam pantauan. Ingat, kalau kamu mau aman dengan keluarga, kamu tidak boleh banyak gerakan sampai merugikan orang lain. Kalau sampai terjadi maka ada yang lebih mengejutkan. Waktu kamu tiga hari, apabila tidak ada gerakan tambahan, maka kamu aman," ucap Arfahu sambil menunjukan SMS tersebut.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, dirinya melaporkan kejadian itu ke pihak Kepolisian. Pasalnya hingga peristiwa itu terjadi, dirinya masih terus mendapat teror dari pelaku.

Kapolres Buton, AKBP Adi Benny Cahyono melalui Kasat Reskrim, AKP Dedi Hartoyo membenarkan hal itu. Menurutnya, kasus ini dilaporkan di Polsek Batauga. Namun pihak Polres tetap mengawal Polsek dalam rangka mengungkap kasus tersebut.