Kebijakan tersebut tentunya juga membuat mahasiswa berbondong-bondong untuk pulang kampung. Pulang memang menjadi hal yang dinantikan bagi mahasiswa. Selain dikarenakan kuliah yang bisa dilaksanakan tanpa tatap muka, selain itu rasa aman dan nyaman di rumah menjadi alasan terkuat bagi beberapa mahasiswa untuk pulang kampung. Hal ini dibenarkan oleh Kasran Silondae, salah satu mahasiswa Universitas Sulawesi Tenggara saat berbincang dengannya melalui telepon.

“Karena saya merasa aman  kalau di rumah saja. Selain itu, jika sakit ada yang urus. Meskipun saya pulang, saya tetap melaksanakan social distancing. Pulang bukan berarti lalai. Saya ragu untuk pulang, karena belum ada kejelasan informasi,” keluh Kasran, Minggu (19/4/2020).

Baca juga: Sekeluarga Penumpang KM Lambelu asal Buteng Diserang Flu dan Batuk

Berbeda dengan Hasniati, dia selalu berkoordinasi dengan dosen pengampuh terkait jadwal perkuliahan daring. Tanggung jawabnya sebagai mahasiswa membuat ia lebih memilih tetap di Kendari.

“Saya sebagai mahasiswa harus selalu mengikuti kebijakan kampus, jadi saya memutuskan untuk menyelesaikannya terlebih dahulu. Tapi sebagai mahasiswa rantau, jujur saya juga ingin pulang,” ujarnya.