Selain dua alasan sebelumnya, Hasniati memiliki keraguan lain. Perjalanan yang akan ditempuhnya menuju kampung halaman menurutnya cukup berisiko yakni di Labupaten Bulukumba Sulawesi Selatan. Bisa jadi di perjalanan ia terpapar virus corona, dan malah menjadi penular di tengah-tengah keluarganya.

Namun jika tidak pulang, ia mengaku takut jika nantinya kebijakan lockdown diberlakukan  di Sulawesi Tenggara hingga masa darurat yang ditetapkan BNPB.

Dalam artian tentunya ia tidak bisa bertemu keluarganya, terutama saat lebaran, jika kebijakan tersebut benar dilakukan nantinya oleh pemerintah pusat melalui Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Mungkin saya lebih menunggu waktu yang tepat saja, sih, untuk pulang,” tambah Hasniati.

Saya telah berbincang dengan salah satu teman saya perawat rumah sakit Kendari melalui telepon, untuk mengkaji hal ini dari sisi medis. Beliau mengatakan, akan lebih baik jika mahasiswa rantau untuk tetap berada di Kendari. Pulang ke kampung halaman menurutnya memiliki risiko yang lebih tinggi.