"Coba Anda bayangkan. Seorang Raja Jawa yang berwibawa mengumumkan dirinya tidak punya apa-apa di hadapan umum," tambahnya.

Menurut Oetarjo, kala itu memang Yogyakarta sudah tidak punya apa-apa lagi untuk menopang keuangan RI yang pindah ke Yogyakarta.

Hampir semua biaya operasional untuk menjalankan roda pemerintahan, misalnya kesehatan, pendidikan, militer dan pegawai-pegawai RI, saat itu dibiayai Keraton Kesultanan Yogyakarta.

Oetarjo menambahkan, Sultan HB IX dan rakyat Yogyakarta memiliki andil besar dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

"Sultan dan rakyat bersatu tanpa pamrih memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan,” ujarnya sambil menyeka air mata.