Gizi buruk merupakan salah satu hal yang menjadi masalah global, termasuk di Indonesia. Pemenuhan gizi yang belum tercukupi baik sejak dalam kandungan hingga bayi lahir dapat menjadi pemicunya. Gizi buruk dapat berupa berat badan rendah terkait tinggi badan, serta tumbuh kembang yang tidak sesuai dengan yang seharusnya bahkan memicu timbulnya penyakit.

Menurut Hartono, S.Gz, M.Gizi dalam tulisannya berjudul "Status Gizi Balita dan Interaksinya" mengatakan masalah gizi utama di Indonesia terdiri dari masalah gizi pokok yaitu Kekurangan Energi Protein (KEP), Kekurangan Vitamin A (KVA), Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY), dan Anemia Gizi Besi (AGB), selain gizi lebih (obesitas). Indonesia sekarang mengalami 2 masalah gizi sekaligus atau lebih dikenal dengan masalah gizi ganda.

Masalah gizi ganda yang dimaksud ialah gizi kurang, kondisi dimana balita maupun anak-anak mengalami kekurangan gizi yang menyebabkan kondisi tubuh mereka menjadi kurus (wasting).

Kemudian masalah gizi ganda selanjutnya ialah gizi lebih dimana kondisi balita maupun anak-anak mengalami pertumbuhan badan secara signifikan atau lebih dikenal dengan obesitas. Akibat dari masalah ini adalah menyebabkan munculnya ragam penyakit pada anak dengan rentan usia 0-5 tahun.

Adanya masalah gizi buruk menyebabkan terhambatnya pertumbuhan dan kesehatan pada tumbuh kembang anak serta pertumbuhan lebih yang tak seharusnya pada usianya. Diantara penyebab masalah gizi ganda ini yakni; Pertama, pemberian makan yang terbatas dalam jumlah, kualitas dan variasi.