Tak sampai disitu saja, negara pun wajib menyediakan akses kesehatan seperti pembangunan rumah sakit, fasilitas kesehatan gratis, pelayanan kesehatan gratis, tenaga medis yang handal serta jaminan pendidikan bermutu agar masyarakat paham terkait pemenuhan gizi pada anak.
Dengan demikian, pada prinsipnya gizi buruk dapat ditekan dengan pola hidup sehat yang harus diperhatikan oleh setiap keluarga.
Dengan mengetahui kandungan gizi dari makanan yang dikonsumsi akan berdampak langsung terhadap jumlah asupan gizi yang kita miliki. Islam menekankan makanan yang dikonsumsi oleh seluruh manusia dengan memperhatikan dua kriteria penting yaitu baik dan halal. Dengan begitu makanan yang kita konsumsi harus diseleksi sehingga dapat membantu pertumbuhan tubuh dan kesehatan.
Disisi lain, persoalan gizi buruk dapat ditekan angkanya dengan memperhatikan ketiga aspek penting dalam kehidupan masyarakat yaitu ketersediaan pangan yang berkualitas, pemerataan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Dengan tiga aspek ini diharapkan dapat meminimalisir terjadinya gizi buruk dan mampu meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat. Wallahu A'lam Bishshowab. (*)
