KENDARI, TELISIK.ID – Tindakan rumah sakit swasta di Kota Kendari kini tengah menjadi sorotan tajam. RS Santa Anna diduga menolak memberikan pertolongan kepada korban pembacokan yang datang dalam kondisi darurat, sehingga memicu kecaman dari legislatif daerah.

Peristiwa memilukan ini terjadi saat seorang korban bernama Rusli (36) mengalami luka serius akibat dibacok oleh orang tak dikenal.

Kejadian itu berlangsung dini hari di kawasan Jembatan Teluk Kendari (JTK), dan korban segera dibawa ke RS Santa Anna untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun setibanya di rumah sakit, korban justru tidak mendapatkan pertolongan yang seharusnya menjadi hak dasar semua warga. Penolakan ini langsung menuai reaksi keras dari DPRD Kota Kendari, khususnya dari Komisi III.

Baca Juga: Efisiensi Anggaran Tak Halangi Kinerja Bappeda Sultra Layani Masyarakat Lebih Optimal