Hal serupa diungkapkan oleh Aldo, seorang sopir batu kerikil yang berasal dari Desa Asinua, Kabupaten Konawe. Ia mengaku biasa menginap di pelataran SPBU demi mendapatkan solar subsidi.
"Hanya SPBU Puuwatu yang bisa kita dapatkan solar subsidi, karena satu-satunya SPBU yang letaknya di poros jalan provinsi," ungkap Aldo.
Karena jatah dari pertamina untuk SPBU Puuwatu sangat terbatas, hingga mereka satu atau dua hari sebelumnya harus mendaftarkan diri pada pengawas agar tidak saling berdesakan.
Selain itu, terkadang mereka juga diusir oleh pengawas atau penjaga SPBU jika mereka menginap dalam SPBU atau parkir di depan SPBU, karena dirinya tidak memiliki keluarga untuk menginap.
Saat dikonfirmasi kepada Owner SPBU Puuwatu, Desy Arisanty mengakui kejadaian tersebut. "Kita tidak bisa berbuat apa-apa, karena kami menjual sesuai jatah yang diberikan oleh pihak Pertamina terbatas," ucapnya.
