“Ketika sudah dimasukkan ke dalamnya, jenazah dianggap berada di atas kapal yang mengantarkan ke alam baka,” katanya.

Soronga dibuat dari batang kayu yang dipahat menjadi wadah dan tutup. Motif kotak-kotak pada permukaannya menggambarkan ikan. Peti berukuran besar digunakan untuk penguburan primer, sedangkan yang kecil dipakai untuk penguburan sekunder.

Agung menyebut soronga koleksi museum diperkirakan digunakan oleh anak bangsawan atau raja. Masyarakat biasa umumnya menggunakan peti kayu sederhana tanpa motif. Kayu besi yang menjadi bahan soronga juga dikenal digunakan dalam pembuatan rumah adat.

Gua Tanggalasi dikenal masyarakat setempat sebagai Gua Tengkorak. Museum mendapat informasi mengenai penjarahan benda-benda peninggalan di lokasi itu, termasuk perhiasan yang diduga dikuburkan bersama jenazah.

“Budaya orang dulu, yang dimakamkan di soronga itu perhiasannya ikut dimasukkan. Makanya saat itu banyak terjadi penjarahan,” ujar Agung.