Ketika tim museum mendatangi lokasi, soronga masih berada di dalam gua dan telah diamankan petugas cagar budaya bersama aparat kepolisian. Setelah berkoordinasi dengan kepala desa dan tokoh adat, benda tersebut disimpan di museum.

Berdasarkan penelitian terhadap kayunya, soronga diperkirakan berasal dari abad ke-15. Di dalamnya ditemukan tengkorak bagian kepala dan tulang paha. Di dekatnya terdapat soronga kecil untuk bayi.

Namun, usia tengkorak diperkirakan berasal dari awal 1900-an. Temuan tersebut menunjukkan penggunaan soronga kemungkinan masih berlangsung pada periode itu.

Agung menjelaskan, masyarakat Tolaki Mekongga bermukim di wilayah pesisir, mulai dari Kolaka Utara hingga Lapai, Kota Kolaka, Poleang, dan sebagian Bombana. Mata pencaharian masyarakat Tolaki di Konawe, sebaliknya, lebih banyak berkaitan dengan pertanian dan perdagangan.

“Soronga bentuknya seperti kapal. Itu mengingatkan mereka bahwa nenek moyangnya dulu adalah pelaut,” kata Agung.