"Ini semua menunjukkan kekacauan yang dihasilkan dari kebijakan yang kapitalistik liberal," nilainya.
Olehnya itu, ia mengungkapkan, persoalan ini sudah jelas bahwa proyek dalam narasi radikalisme tidak lain hanyalah akal-akalan saja dari kepentingan politik yang sesat dan menyesatkan umat.
Narasi radikalisme ini mesti dihentikan karena sesungguhnya yang dibutuhkan umat saat ini bukanlah narasi radikal, tapi bagaimana problem kehidupan masyarakat bisa tuntas terselesaikan dan hal itu hanya akan terwujud dengan kembalinya umat menerapkan Islam Kaaffah, yang dengannya keberkahan dan kerahmatan islam akan terwujud secara sempurna, menebarkan kebaikan bagi setiap umat baik muslim maupun non muslim.
"Dan sudahilah, karena sesungguhnya semua upaya makar terhadap Allah dan Rasul-Nya hanya akan berakhir dengan kegagalan, sekaligus hal ini hanya akan menambah kekuatan dan keyakinan bahwa pertolongan Allah akan segera tiba dan kemenangan Islam akan segera terwujud kedalam pangkuan umatnya," pungkasnya. (C)
Reporter: Fitrah Nugraha
