"Respons masyarakat sangat baik. Banyak yang antusias bertanya dan menceritakan pengalaman pribadi. Misalnya ada yang pernah ditolak berobat karena belum tahu prosedur penggunaan BPJS. Ini jadi diskusi yang membangun," tambah Marheni.

Beberapa kesalahpahaman yang ditemukan antara lain anggapan bahwa semua pengobatan pasti gratis tanpa syarat, serta ketidaktahuan tentang pentingnya membayar iuran tepat waktu agar kartu tetap aktif.

Meski dihadapkan pada tantangan beragam tingkat pemahaman warga, tim sosialisasi mengatasinya dengan menggunakan studi kasus konkret dan pendekatan komunikatif yang lebih membumi.

Dari sisi dampak, kegiatan ini diharapkan dapat memicu perubahan perilaku, seperti kebiasaan mengecek status kepesertaan BPJS, memahami jalur rujukan dari faskes pertama, dan keaktifan dalam mengurus administrasi kesehatan.

STIKES Pelita Ibu juga berencana menindaklanjuti kegiatan ini melalui komunikasi berkelanjutan dengan pemerintah desa dan kader kesehatan. Sebuah grup WhatsApp telah dibentuk sebagai wadah konsultasi pasca kegiatan.