Baca Juga: 17 Tahun Berdinas di Polda Sulawesi Tenggara, Segini Laporan Harta Kombes Pol Dodi Ruyatman
Selain itu, tim tengah menyiapkan modul edukasi, infografis, dan video pendek yang dapat dibagikan melalui gawai maupun media sosial desa.
“Kami berharap kegiatan ini bisa direplikasi ke desa-desa lain yang masih minim informasi tentang BPJS. Tujuannya supaya masyarakat desa bisa mendapatkan hak pelayanan kesehatan secara layak,” jelas Marheni.
Sebagai refleksi, Marheni menilai pentingnya literasi BPJS bagi masyarakat desa, sebab tanpa pemahaman yang benar, program sebesar BPJS pun tidak akan optimal manfaatnya.
“Berinteraksi langsung dengan masyarakat membuat kami sadar bahwa teori saja tidak cukup. Mahasiswa harus dilatih untuk adaptif dan peka. Di sinilah perguruan tinggi harus hadir, menjadi jembatan antara sistem kesehatan dan masyarakat,” pungkasnya. (C-Adv)
