Jumwal juga menyebutkan masih adanya praktik politik uang. Oleh karena itu, penyelenggara, baik KPU maupun Bawaslu, terus mengingatkan masyarakat untuk menjadi pemilih yang cerdas.

"Kemajuan teknologi dan informasi memiliki dampak yang besar, maka kami mengajak semua untuk menjadi pengguna media sosial yang arif dan bekerjasama," ungkap Jumwal.

Anggota Komisi II DPR RI, Ir. Hugua, mengatakan bahwa salah satu tujuan pendidikan pemilih adalah meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran pemilih tentang Pilkada.

"Salah satu upaya meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilihan dilakukan melalui pendidikan pemilih," ujarnya.

Hugua menambahkan bahwa pendidikan pemilu merupakan elemen penting dalam berdemokrasi. Semakin banyak pemilih yang memahami proses demokrasi, semakin mudah bagi penyelenggara dan pengawas untuk menjalankan tugas mereka.