Selain itu, pendidikan pemilu juga mendorong peningkatan partisipasi, kualitas demokrasi, dan mengurangi kecurangan.
"Warga negara perlu difasilitasi dengan baik dalam pengetahuan dan kesadaran dalam menyalurkan hak pilihnya, sehingga diharapkan lebih cerdas dalam menentukan pilihan," tambah Hugua.
Pemateri kegiatan, Muhammad Aswan Zanyinu, mengungkapkan ada dua tantangan keberagaman yaitu stereotipe dan klientelisme. Stereotipe adalah pandangan atau penilaian terhadap suatu kelompok yang membawa harapan pada individu di dalam kelompok tersebut dan perilakunya.
Baca Juga: Kanwil Kemenkumham Sultra Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Sedangkan klientelisme adalah hubungan pertukaran timbal balik dan hierarkis yang dibentuk melalui pertukaran sumber daya material atau non-material antara kandidat dan pemilih.
