Baca Juga: SMP Negeri 4 Kendari Komitmen Jaga Mutu Pendidikan Akademik dan Andalkan Ekstrakurikuler

Ia menilai, keberadaan ABK di kelas justru menumbuhkan empati siswa lain. Mereka lebih peduli dan terlatih memahami perbedaan dibandingkan di sekolah tanpa siswa inklusi.

“Kalau ada ABK di kelas, anak-anak lain justru belajar peduli. Mereka menyayangi temannya, bukan membuli. Itu yang membuat suasana belajar lebih manusiawi,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Abdul Wahid berharap pemahaman kepala sekolah dan guru semakin meningkat. Tidak hanya sebatas sosialisasi, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kurikulum, visi-misi sekolah, hingga praktik pembelajaran di kelas. (Adv)

Penulis: Ana Pratiwi