Di Washington DC, ia mendapat beasiswa Fulbright untuk kuliah S2 di Media and Public Affairs, The George Washington University, Amerika Serikat. Bahkan di sana, ia menjadi Asisten Penelitian School of Media and Public Affairs dan Center for Media and Public Affairs.
Karier Ahmad Fuadi semakin menanjak di Negeri Paman Sam, ia didapuk sebagai Produser TV dan Editor, Voice of America, Washington DC selama setahun hingga 2002. Sebagai koresponden internasional Tempo dan wartawan VOA, Ahmad Fuadi pernah melaporkan peristiwa besar 11 September 2001 langsung dari Pentagon, White House dan Capitol Hill.
Kesempatan emas lagi-lagi datang menghampiri Ahmad Fuadi. Ia kembali menerima beasiswa Chevening untuk berkuliah di Royal Holloway, Universitas London, Inggris dengan fokus bidang film documenter. Ia juga sempat menjadi wartawan Voice of Amerika Jakarta hingga 2005 dan Direktur Komunikasi di sebuah NGO konservasi: The Nature Conservancy hingga 2009.
Dilansir dari Viva.co.id, penyuka fotografi ini pun akhirnya menciptakan buku trilogy bagian pertama bertajuk Negeri 5 Menara pada 2009. Novel fiksi tersebut langsung meledak bahkan bertengger di jajaran Best Seller 2009. Bahkan novel ini juga dijadikan film lebar dengan judul yang sama.
Setahun kemudian, lewat buku tersebut ia meraih penghargaan Anugerah Pembaca Indonesia 2010 dan masuk dalam nominasi Khatulistiwa Literary Award. Bahkan PTS Litera, salah satu penerbit dari negeri jiran turut menerbitkan dalam bahasa melayu di negerinya.
