"Hasilnya sehat secara pemeriksaan psikolog dan kesehatan jiwa," lanjutnya.
Selain itu, Veronica juga melaporkan dugaan penganiayaan terhadap anaknya di SPN Polda Jabar. Ia menyebut pada Kamis dini hari, Valyano dibawa keluar dari barak oleh sekelompok orang berbaju hitam-hitam dengan hoodie.
"Anak kami diminta mengikuti selasar SPN, lalu ditutup kepalanya dengan penutup hitam," kata Veronica.
Setelah itu, Valyano mengalami penganiayaan yang menyebabkan luka serius. Veronica mengungkap anaknya mendapat tamparan keras hingga jahitan di giginya copot.
"Anak saya juga dicambuk menggunakan lidi," kata dia.
