Bahkan, menurut Ferren, Valyano sengaja menyuruh temannya memukul punggungnya agar terlihat seperti korban pengasuhan yang keras.
Namun, pernyataan Ipda Ferren langsung mendapat bantahan dari anggota DPR, Ahmad Sahroni.
"Analisis yang dilakukan Polwan ini penuh asumsi dan rasa kebencian," kata Sahroni.
Ia menilai bahwa laporan Ferren tidak memiliki dasar kuat karena berbeda dengan hasil pemeriksaan resmi dari tim dokter.
Baca Juga: Ratusan Calon Bintara dan Tamtama Ikuti Pendidikan di SPN Anggotoa
