Rumah produksi tersebut bergerak dalam produksi film, dokumenter, dan proyek visual budaya.

Ketertarikan Alan pada film muncul sejak duduk di bangku SMP. Ia menyukai tontonan film dan mulai memperhatikan teknis cerita, pencahayaan, dan suara.

“Saya bilang ke orang tua, saya mau kuliah film. Tapi saat itu ekonomi keluarga belum memungkinkan,” ungkapnya.

Ia pun belajar secara otodidak dengan menonton video tutorial dan mencoba membuat karya menggunakan alat seadanya.

Titik balik dalam perjalanan kariernya adalah ketika film pendek pertamanya diapresiasi oleh masyarakat sekitar.