“Film ini bertujuan membangkitkan kembali eksistensi Balaba. Setelah film ini tayang, beberapa perguruan yang vakum mulai aktif kembali,” jelasnya.

Film ini bahkan mendapat apresiasi dari Wali Kota Baubau saat itu, almarhum AS Tamrin. Ia secara khusus memanggil Alan dan tim untuk memberikan dukungan atas upaya pelestarian budaya tersebut.

Beberapa karya Alan yang lain meliputi Jalur Rempah La Bua (2021), Santiago Oputa Yi Koo (2022), Ayah 2500 (2023), Lakarambau: The Hero of Buton (2023), Songkok Ajaib (2024), Harta Karun Wau (2024), Nadia (2024), hingga Bola Pinoama (2025).

Semua karya tersebut konsisten membawa pesan budaya, pendidikan, moral, dan sosial dari Sulawesi Tenggara.

Alan mengakui tantangan dalam memproduksi film di daerah sangat besar, termasuk keterbatasan alat dan minimnya dukungan awal.