“Kadang kami harus menyewa alat dari luar daerah dengan biaya tinggi,” katanya. Namun ia dan tim tetap berkarya dengan pendekatan kolaboratif dan pembiayaan swadaya.

“Sebagian besar produksi film kami dibiayai secara swadaya dan kolaborasi dengan komunitas lokal,” ungkap Alan.

Ia mendirikan tim ASJKG Visual Studio bersama anak-anak muda kreatif asal Baubau yang memiliki peran penting dari pra-produksi hingga pasca-produksi. Dalam beberapa proyek, ia juga melibatkan siswa sekolah untuk terjun langsung di lapangan.

Alan juga aktif dalam banyak aspek teknis produksi. “Saya sering terlibat langsung dalam penulisan naskah, pengambilan gambar, editing, hingga mengawasi scoring musik,” katanya.

Pengalaman ini menjadi ruang pembelajaran untuk terus menjaga kualitas dan kesatuan visi cerita dalam setiap karyanya.