Ia belajar banyak hal dari produksi film tersebut, mulai dari riset budaya, kepemimpinan tim, hingga menjaga ruh lokal dalam karya sinema.
Alan aktif mengikuti festival film tingkat daerah maupun nasional. Ia menjadikan setiap kesempatan tersebut sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan.
“Setiap pertemuan dan ilmu baru selalu saya catat dalam buku hitam saya,” ungkapnya. Festival menjadi ruang tumbuh yang sangat ia hargai sebagai sineas.
Perkembangan minat anak muda Sulawesi Tenggara terhadap dunia film, menurut Alan, sangat menggembirakan.
“Saya menyaksikan langsung semangat mereka saat mengisi pelatihan di sekolah-sekolah,” jelasnya.
