Mereka mulai menjadikan perfilman sebagai ruang ekspresi yang membumi dan relevan dengan isu budaya serta sosial. Dukungan yang paling dibutuhkan saat ini adalah fasilitas, pelatihan, dan pendanaan.
“Banyak karya yang memiliki potensi besar namun gagal menjangkau penonton karena distribusi dan promosi terbatas,” katanya.
Ia berharap ada dukungan struktural dari pemerintah daerah dan pihak swasta agar ekosistem film lokal lebih kuat.
Langkah konkret yang menurut Alan paling mendesak adalah regulasi pendukung, festival film daerah yang rutin, dan integrasi pendidikan sinema dalam kurikulum sekolah.
“Pemerintah juga sebaiknya menghadirkan ruang apresiasi seperti pemutaran film keliling dan penghargaan untuk sineas muda,” ujarnya.
