Dua tahun bergabung di Bisnis Indonesia, Andy diajak oleh Fikri Jufri wartawan senior Tempo untuk memperkuat majalah Matra yang baru diterbitkan Tempo. Ternyata Matra bukanlah pelabuhan terakhirnya, ia ditawari Surya Paloh pemilik surat kabar Prioritas untuk bergabung dengan koran Media Indonesia pada tahun 1992.

Setelah bergabung dengan Media Indonesia, pada tahun 1999, Andy bersama wartawan senior Djafar Assegaf, diutus untuk membantu RCTI yang sedang menghadapi masalah. Di sana terjadi gejolak di kalangan wartawan program berita Seputar Indonesia terkait status perusahaannya.

Satu tahun berikutnya, karier Andy dalam dunia jurnalistik terus naik. Ia dipanggil kembali oleh Surya Paloh untuk memimpin Metro TV sebagai pemimpin redaksi, pada tahun tersebut Metro TV mendapatkan izin untuk siaran. Tiga tahun kemudian Andy ditarik kembali ke Media Indonesia. Di tahun 2006, Andy diminta merangkap menjadi pemimpin redaksi Metro TV menggantikan Don Bosco Selamun.

Baca Juga: Cantiknya Putri Ariani, Penyanyi Tunanetra Indonesia Gemparkan Amerika

Namanya semakin melejit setelah menjadi pembawa acara program talkshow yang mengusung namanya, Kick Andy. Dalam program acara tersebut dirinya pernah berhasil mengundang buron yang paling dicari dua negara,Timor Leste dan Australia baik hidup atau mati. Buronan tersebur ialah Mayor Alfredo.