Tindakannya yang terekam dalam video sempat memicu pro kontra di tengah masyarakat. Anggrek Anggarayani menjelaskan bahwa tindakan memotong seragam siswa tersebut bukan dilakukan secara spontan atau tanpa dasar.
Ia mengaku, pemotongan seragam dilakukan atas permintaan orang tua siswa bersangkutan. Siswa dalam video diketahui bernama Iksan, seorang siswa pindahan yang kini duduk di kelas 9 SMP PGRI 5 Sukodono. Menurut Anggrek, seragam yang dikenakan Iksan adalah seragam dari sekolah lamanya.
“Saya menelpon ibunya, Bu bagaimana ini kok Iksan masih memakai seragam tersebut, akhirnya ibunya chat saya, bilang agar dipotong saja bu, digunting saja, dan chat itu masih ada, juga sudah saya print,” ujar Anggrek seperti dilansir dari Tribunnews, Kamis (24/4/2025).
Ibu dari Iksan disebut telah membelikan seragam baru dua bulan sebelum kejadian, namun Iksan tetap bersikeras mengenakan seragam lama. Alasannya, menurut Anggrek, karena Iksan merasa dirinya terlihat lebih keren memakai seragam lamanya yang sudah dipenuhi coretan dan mulai pendek di bagian celana.
“Sudah dibelikan seragam baru 2 bulan sebelumnya, tapi Nak Iksan tidak mau, katanya dia memakai seragam itu terlihat keren,” tambah Anggrek dalam penjelasannya.
