“Disiplin itu penting, tapi harus tetap menjunjung tinggi martabat peserta didik. Tindakan seperti ini bisa menimbulkan trauma atau rasa malu yang berlebihan, apalagi jika dilakukan di depan umum,” jelas Feri, dikutip dari suara.com jaringan telisik.id.
Feri juga menambahkan bahwa sekolah seharusnya memiliki mekanisme penanganan pelanggaran yang lebih humanis. Ia menyarankan agar pelanggaran seperti itu diselesaikan melalui peringatan tertulis atau panggilan kepada orang tua murid untuk dialog langsung.
“Sekolah seharusnya menyiapkan mekanisme penanganan yang edukatif, tidak hanya tegas tetapi juga bijak dan dialogis,” kata Feri lebih lanjut.
Saat ini, pihak sekolah telah meminta seluruh pihak yang turut menyebarkan ulang video tersebut untuk segera menghapusnya dari media sosial. Permintaan ini dilakukan guna menghindari kesalahpahaman yang lebih luas di masyarakat dan menjaga nama baik lembaga pendidikan. (C)
