Dalam video yang beredar, Anik terlihat tidak bereaksi ketika dimarahi. Ia mengatakan tidak bereaksi karena merasa tidak melakukan kesalahan apa pun.
“Saya diam karena memang tidak merasa bersalah,” ujarnya.
Anik juga menegaskan dirinya tidak melarikan diri seperti yang disangka warganet. Menurutnya, setelah kejadian, ia tetap menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa.
Namun, malam harinya video tersebut diunggah ke media sosial hingga viral dan menimbulkan banyak komentar.
Akibat viralnya video itu, bukan hanya Anik yang menerima tekanan sosial, tetapi juga anaknya. Ia mengatakan anaknya enggan berangkat ke sekolah karena merasa malu dan sedih setelah ibunya dituding sebagai pelakor.
