“Yang bersangkutan sebenarnya ingin menyampaikan kebenarannya tapi tidak melalui akun pribadi karena takut diserang warganet,” lanjutnya.

Pihak BKD meminta masyarakat untuk tidak langsung menyimpulkan kebenaran dari video yang beredar di media sosial.

“Kami mengimbau agar masyarakat tidak cepat percaya terhadap informasi di media sosial tanpa konfirmasi yang jelas,” tambahnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan etika tenaga pendidik dan privasi seseorang yang terekspos di ruang publik. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan resmi yang masuk ke pihak berwenang terkait dugaan pelanggaran atau tindak lanjut hukum dari kedua pihak.

Anik berharap klarifikasinya dapat mengembalikan nama baiknya di mata publik. Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut hanyalah kesalahpahaman yang dibesar-besarkan akibat viralnya video.