Baca Juga: Junaiddin Pagala, Mental Baja Anak Desa yang Kini Jaga Mutu Pendidikan Sulawesi Tenggara

Belajar dari pengalaman itu, Apriliani mulai menekuni peran legislator. Ia memahami fungsi DPR, dana aspirasi, dan bagaimana seorang wakil rakyat bisa memberi dampak meski dalam lingkup kecil, asalkan tepat sasaran.

Keputusan Apriliani masuk ke PDIP pada 2016 bukan tanpa alasan. Ia melihat PDIP dipimpin oleh sosok perempuan tangguh, dan itu memberinya keyakinan bahwa ada ruang bagi perempuan untuk benar-benar berkembang.

“Saya tidak mau perempuan hanya jadi ‘tim hore’. Di PDIP, selama kita serius, ada ruang yang sama. Saya sendiri baru dua tahun jadi kader sudah diberi kesempatan maju sebagai caleg,” ujarnya.

Kini, ia duduk sebagai anggota Komisi III DPRD Kota Kendari, mewakili dapil Mandonga-Puwatu.