Sebelum politik, Apriliani mendirikan Yayasan Putri Sultra sebagai wadah bagi remaja putri di Sulawesi Tenggara. Namun perjalanan yayasan itu penuh tantangan.

“Banyak remaja lebih mengejar materi, padahal saya ingin pemberdayaan. Akhirnya saya lebih fokus ke politik, meski yayasan sesekali masih aktif,” jelasnya.

Latar belakangnya sebagai Putri Indonesia sempat membuat banyak orang meremehkan.

“Ada yang ragu apakah saya mampu bekerja di politik. Tapi saya jawab dengan kerja nyatahadir di masyarakat, tepat sasaran dalam aspirasi, aktif dalam sidang. Itu cara saya membuktikan diri,” tegasnya.

Apriliani tidak menutup mata bahwa kesibukan di DPR menyita waktu. Namun ia bersyukur suaminya memberi dukungan penuh.