Pada 2022, Rusdin Jaya dipercaya memimpin Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra. Di posisi ini, fokus kerjanya bersentuhan langsung dengan agenda ketahanan pangan, produksi pertanian, peternakan, pemberdayaan petani hingga pelayanan kesehatan hewan.
Di tengah tantangan ketahanan pangan dan perubahan iklim, salah satu agenda yang menonjol selama kepemimpinan Rusdin Jaya di sektor tanaman pangan adalah perluasan areal tanam.
Hingga Juni 2024, Distanak Sultra mencatat pembukaan sekitar 7.299 hektare areal tanam baru di sejumlah kabupaten dan kota. Perluasan dilakukan melalui pemanfaatan lahan tidur dan program cetak sawah baru.
Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi pangan sekaligus mengantisipasi tekanan terhadap lahan pertanian akibat alih fungsi lahan.
Distanak Sultra juga mendapat target pembukaan sekitar 15.000 hektare areal tanam baru hingga Oktober 2024, dengan potensi tambahan sekitar 3.000 hektare melalui optimalisasi kawasan yang mendapat dukungan Bendungan Ameroro.
