Produksi telur ayam buras mencapai 160,44 persen dari target dan telur itik 154,33 persen. Di sisi lain, produksi telur ayam ras petelur masih berada pada 67,55 persen dari target.

Angka tersebut menggambarkan bahwa pengembangan peternakan tidak hanya berbicara mengenai peningkatan populasi, tetapi juga produktivitas setiap komoditas.

Tantangan lain datang dari penyakit hewan menular. Pada 2023, sebanyak 356 ekor babi di Konawe Selatan dilaporkan mati akibat African Swine Fever (ASF).

Distanak juga melakukan langkah antisipasi terhadap penyakit Jembrana pada sapi. Pada 2025, disiapkan 15 ribu dosis vaksin sebagai bagian dari upaya pengendalian penyakit tersebut di Sultra.

Sementara pelayanan kesehatan hewan diperkuat melalui Klinik Hewan Distanak Sultra yang pada 2024 didukung lima dokter hewan serta fasilitas laboratorium.