Program tersebut mencakup antara lain workshop, rapat koordinasi dan perbenihan. Arah program menunjukkan bahwa pembangunan pertanian tidak hanya ditempatkan pada persoalan produksi, tetapi juga bagaimana peningkatan produksi dapat memberikan dampak ekonomi kepada petani.

Perjalanan jabatan Rusdin Jaya kemudian memasuki fase baru. Pada 26 Mei 2025, ia dipercaya memimpin Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra.

Dengan jabatan tersebut, cakupan kerjanya bergeser lebih luas, dari tanaman pangan dan peternakan menuju pengembangan komoditas perkebunan serta hortikultura.

Di sektor perkebunan, Sultra memiliki sejumlah komoditas unggulan, antara lain lada, jambu mete, kakao, kelapa sawit, pala, kelapa, cengkeh, tebu, sagu dan kopi.

Rusdin Jaya mendorong pengembangan komoditas tersebut tidak hanya melalui perluasan areal, tetapi juga peningkatan produktivitas, peremajaan tanaman, penggunaan benih unggul dan penguatan hilirisasi.